Teks Eksplanasi - Mengapa di Yogyakarta sering terjadi gempa?
Mengapa sering terjadi gempa di Yogyakarta?
![]() |
| https://www.suara.com/news/2018/05/27/103710/mengenang-12-tahun-dahsyatnya-gempa-yogyakarta-2006 |
Pernyataan umum
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, melintang di katulistiwa antara benua Asia dan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia juga terletak di antara tiga pertemuan lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempang Pasifik. Pulau Bali dan sekitarnya merupakan bagian dari seismotektonik Indonesia. Daerah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku dilalui oleh Sirkum Mediterania yang mengakibatkan daerah-daerah tersebut banyak memiliki gunung api yang aktif.
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan sebuah provinsi yang terletak di pulau Jawa. Di Yogyakarta sering sekali terjadi gempa-gempa kecil setiap tahunnya. Jogja juga beberapa kali dilanda gempa berkekuatan besar, seperti tercatat gempa pada tahun 1943 (M 8.1 SR) mengakibatkan 213 orang meninggal dan merusak lebih dari 15000 rumah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Yogyakarta merupakan 'langganan' gempa karena memiliki Sesar Opak dan terletak di antara dua lempengan bumi, serta banyak terjadi aktivitas gunung berapi.
Urutan sebab akibat
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan sebuah provinsi yang terletak di pulau Jawa. Di Yogyakarta sering sekali terjadi gempa-gempa kecil setiap tahunnya. Jogja juga beberapa kali dilanda gempa berkekuatan besar, seperti tercatat gempa pada tahun 1943 (M 8.1 SR) mengakibatkan 213 orang meninggal dan merusak lebih dari 15000 rumah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Yogyakarta merupakan 'langganan' gempa karena memiliki Sesar Opak dan terletak di antara dua lempengan bumi, serta banyak terjadi aktivitas gunung berapi.
Urutan sebab akibat
Di
Yogyakarta sering terjadi gempa karena Yogyakarta terletak di antara pertemuan
dua lempeng dan memiliki patahan atau Sesar Opak yang aktif bergerak yang
berpusat di Dusun Protobayan, Srihardono, Pundong, Bantul. "Patahan opak bisa menjadi sumber gempa bumi. Dan
itu pun muncul bilamana terjadi kumpulan energi yang terbentuk cukup lama,
bahkan sampai ratusan tahun. Gempa pada patahan opak itu, terjadi pada tahun
2006 silam," kata Tony, seorang warga setempat.
Di Yogyakarta juga
sering terjadi gempa karena adanya pertemuan lempeng Eurasia dengan
Indo-Australia yang bergerak secara perlahan dan akhirnya bertubrukan satu sama lain sehingga menimbulkan getaran di bawah tanah yang akan terasa hingga di permukaan tergantung seberapa kuat lempeng-lempeng tersebut bertubrukan. Diyakini kuat bahwa pergerakan pada Sesar Opak yang menjadi penyebab terjadinya gempa-gempa besar di Yogyakarta seperti pada tahun 2006 silam.
Interpretasi
Yogyakarta merupakan daerah langganan gempa bumi karena terletak di antara lempang Eurasia dan Indo-Australia yang akan menyebabkan terasanya getaran kuat saat kedua lempeng bertubrukan. Aktivitas Gunung Merapi yang sangat aktif di Yogyakarta juga menjadi salah satu penyebab terjadinya gempa di Yogyakarta. Yang terakhir, yang menjadi penyebab terjadinya gempa-gempa besar di Yogyakarta adalah adanya Sesar Opak yang terletak di Bantul, yang akan mengakibatkan gempa saat terjadi pergeseran pada Sesar Opak tersebut.
![]() |
| https://geologi.co.id/2010/08/25/patahan-opak-yang-unik-2-yang-mana-penyebab-gempa-itu/ |


Comments
Post a Comment